satis inner satis
Makelarjudi Situs Agen Judi Bola Online Terpercaya Indonesia
  • +855 77 238 128
  • +855 77 663 552
  • 2B37CDE7
  • makelarjudi
 
 

Atletico Akhiri Dongeng Leicester City di Liga Champions

Atletico Madrid berhasil memporakporandakan harapan Leicester City untuk mencapai semifinal Liga Champions setelah menahan imbang 1-1 di King Power Stadium. Sundulan Saul Niguez menjadi pembuka keunggulan Atletico sekaligus menimbulkan efek kejut bagi Leicester.

Atletico Akhiri Dongeng Leicester City di Liga Champions

Atletico Akhiri Dongeng Leicester City di Liga Champions

Tim tuan rumah berhasil membalas pada babak kedua melalui tendangan Jamie Vardy pada menit ke 61. Leicester tidak mampu menambah gol sehingga pertandingan harus berakhir dengan skor 1-1. Atletico kembali lolos ke semifinal Liga Champions dengan keunggulan agregat 2-1.

Kelolosan Atletico Madrid juga tak lepas dari penalti kontroversial yang diperoleh saat bertanding di Vicente Calderon. Antoine Griezmann menjadi aktor dibalik penalti ini dimana ia dilanggar di perbatasan kotak penalti dan berhasil mengeksekusi penalti dengan sempurna.

Kegagalan ini tentunya terasa menyakitkan mengingat performa Leicester City seolah menjadi kelanjutan dari kisah dongeng Premier League di musim sebelumnya. Meskipun bermain mengecewakan di Premier League, Leicester berhasil mengatasi lawan-lawan berat seperti Club Brugge, Porto, dan FC Copenhagen di fase kualifikasi. Kejutan kemudian muncul ketika mereka mengalahkan Sevilla lewat kemenangan dramatis di babak perdelapan final.

Atletico telah agresif sejak pertandingan dimulai. Umpan silang dari Filipe Luis masuk ke kotak penalti dan berhasil dieksekusi dengan sempurna oleh Saul Niguez. Gol ini membuat langkah Leicester semakin berat karena mereka harus mencetak tiga gol untuk bisa lolos ke babak berikutnya. Leicester kemudian keluar menyerang dengan mengandalkan trio Riyad Mahrez, Jamie Vardy, dan Marc Albrighton. Mahrez hampir saja mencetak gol penyama kedudukan jika saja tendangan voli yang ia lepaskan di kotak penalti tidak langsung mengarah ke tangan penjaga gawang Jan Oblak. Babak pertama berlangsung begitu saja dan berakhir dengan keunggulan Atletico 1-0.

Memasuki babak kedua, pelatih Leicester City Craig Shakespeare mengubah formasi menjadi 3-5-2 dan memasukkan Leonardo Ulloa dan Ben Chilwell untuk melakukan penyegaran. Tim ini mengubah pendekatan serangan menjadi umpan jauh sehingga membuat tempo pertandingan menjadi begitu cepat.

Gol dinanti oleh Leicester akhirnya datang juga setelah kemelut yang terjadi di depan gawang Atletico berhasil diselesaikan dengan sempurna oleh Jamie Vardy. Skor menjadi 1-1. Leicester masih menyimpan asa untuk bisa lolos ke semifinal. Peluang didapatkan oleh Vardy ternyata belum mampu mengubah kedudukan karena behrasil dihentikan oleh Savic.

Harapan Leicester City untuk berlaga di semifinal Liga Champions untuk pertama kalinya sirna sudah ketika wasit membunyikan peluit tanda pertandingan akhir. Kisah dongeng Leicester City terhenti sampai disini dan selamat datang kembali kepada dunia sepakbola yang realistis.